K A N J E NG (6)
Kata itu aku biasa memanggilnya pada dirimu
bukan hanya itu, aku pun pernah memanngil mu, tuan putri, melinda, bunda.. dan apapun yang menggambarkan kau milliku seutuh nya,
“Kanjeng”
Entah…, mengapa aku sangat menyukai yang satu ini
Kau terlihat dewasa karnya, dan aku merasa seperti sosok lelaki sepantasnya…
Seperti aku bisa melindungi mu saaat itu,
Saat matahari terbit,.. juga saat malam di penuhi bintang,..
Saat matahari terbit,.. juga saat malam di penuhi bintang,..
Bodoh memang,..
Bahkan kenyataanya aku tak sanggup menjaga mu bahkan sampai edelwish mekar kedua
Bahkan kenyataanya aku tak sanggup menjaga mu bahkan sampai edelwish mekar kedua
kalinya.,
Bukankah ini aneh,, Kau bukan udara..
namun mengapa terasa begitu sesak ketika terpikir aku Telah kehilangan mu
namun mengapa terasa begitu sesak ketika terpikir aku Telah kehilangan mu
........................
KANJENG, panggilan untuk anak pertama dalam keluarganya,
entah sejak kapan aku mulai memanggilnya begitu, itu sudah sangat lama, dulu kami pernah merasakan euforia cinta dan seperti anak kecil yang terjebak cinta monyet,
kami pernah saling memanggil dengan sebutan alay, tapi itu tak berlangsung lama, bila sedang buruk panggilan sayangnya akan kembali kepada "Kanjeng"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar