malam ini ku seret kaki ku,
ku tekuk tengkuk ku,
terbaring mengantam kerasnya kasur, lengan meneutupi mata
kelopak tak mau terkuncup di bawah samar lampu
begitu saja tas terlempar ke sudut kamar,
sepatu masuk menyebarng sisi dalam pintu, sebelahnya masih terawut diluar
lagu ini,..
ratusan kali terputar menggema membisingi kesunyian yang merayapi dinding
saat bait melonjak menghantam inti, tangan ini mengapal termat keras.
geratanya pun dapat ku dengar, merambat dalam kesendirian dan kefrustrasian
samar cahaya kunangn kunang di pagi buta,
terus memudar dalam detingan waktu menghitung fajar.
sial crrmin itu menertawaiku,
padahal dia hanya memantulkan apa yang dirasakan
aku akan kehilangan mu,,
akan..
kehilangan mu...
akankah sanggup untuk itu. kau terlalu pantas untuk diperjuangkan dan sudah seperti itu yang ku lakukan..
Senin, 10 Oktober 2016
Kamis, 06 Oktober 2016
Pengecut
saat itu, dan berlanjut hingga saat ini,
masih mencoba menjauhi sang gadis rumit,..
aneh terkadang kita ragu akan apa yang harus kita lakukan. rasa takut aan salah mencari alasan untuk mengatakan.
"saya belum sebaik sepantasnya..."
"saya belum sebaik sepantasnya..."
bodoh memang melihat orang seperti ini.
saat saat jingga diufuk timur mentari memandang basah hamparan belukar.
awan menangis tadi malam
segukanya tak terdengar.. dan tak perlulah untuk didengar.
tapi siapa lagi yang akan menyeka belukar bila mentari terus bersembunyi dibalik fajar.
Langganan:
Postingan (Atom)