Sabtu, 05 November 2016

Assalamualaikum. Wr.wb
selamat pagi

Mau berbagi cerita sedikit soal kemarin, Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat ikut dalam barisan aksi damai.. sekali lagi DAMAI bela Islam sama 8 teman satu kelas..  tag  dikit

Lanjut, dari sekian banyak pelajaran berharga yang saya dapat kemarin, ada tiga hal atau point yang saya rasa penting.. dan isnyaallah bermafaat untuk dibagikan .

1.saat demo kalian bisa buat atribut dari bahan seadaanya, serius, kayu nemu dijalan dan kawat besi dari gantungan  jemuran.
2. jangan takut kelaparan saat membela agama ALLAH, iya karana disan banyak yang kasih makan, sepanjang jalur long match yg saya tempuh  ada 6 titik pembagian makanan berat, puluhan titik pembagian snack dan tak terhotung pembangian air minum, itu baru  jalu ryang saya lewat ti (tugu tani – istiqlal,) bagai mana tempat lain??
3. dan yang terakhir sebuah kisah kelasik yang sama sama kita tau  bagai mana media menjadi alat kebohongan publk yg nyata, meski tak bisa di pungkiri bawasanya media juga lah yang menjadikan aksi kali ini menjadi tersorot dan menginformasikan secara langsung apa dan bagamana kondisi saat demonstrasi berlangsung, namun bumbu-bumbu  yang di taburkan media pada berita yang mereka berikan sedikit membuat saya mengenyitkan dahi,

Well, karna yang ketiga merupakan yang paling penting, ( melihat jangka panjang) maka saya akan sedikit mengulas tentangnya menurut pandangan saya, dalam hal ini landasan yang saya gunakan untuk meriewnya dalah fakta, karna saya berada di tempat kejadian serta menyaksikan televise (pake hp cina)

Bismillah.

 Kita skip sampai saya dan rombongan selesai menunaikan shalat jum’at dan istirahat di halaman masjid istiqlal, terjadi keanehan disini, banyak rombongan ormas atau bahkan jamaah suatu pengajaian yang meneriaki media yang meliput, seperti nya memang suatu  kejadian demonstrasi masanya tak pernah slalu bersahabat dengan media.

Tentu tak mengherankan karna itu lah tuntutan sebuah media, membuat suatu berita menjadi terlihat menarik, bahkan “wah” meski kenyataanya  tak seperti itu,  mereka tak segan menambahkan hal yang ahkan bertolak 180 derajat dari apa yang ada di lapangan kejadian, beberapa sudut pegambilan dibuat seolah olah perkataan mereka adalah benar, bahkan memotong motong video adalah hal biasa disini.

Tapi sekali lagi saya memaklumi itu, karna mmang dulu saya juga berkelut dibidang itumeski tak sekeaji itu) , karna kenytaannya kalo berita mereka tidak laku, mereka tidak digubris masyarakat, kalo masyarakat tak memperhatikan mereka bisa bangkrut, alhasil cara apapun di halalkan untuk menarik mata masyarakat.

Namun yang membuat saya menghela nafas  adalah masa aksi ini seperti mencari dua stasiun televise besar nasional, yaitu kompas dan metro tv, bahkan tak sedikit masa aksi yang menyambangi para reporter dan juru kamera yang tengah asik meliput lalu mananyakan pertanyaan yang sama  “dari mana mas/mbak”  atau paling tidak mencari cari tulisan dibaju yang mereka pakai.” Bukan metro..!!!” begitu teriak mereka ketika mendapati lambing atau ulisan media televise lain.

Sangat ekstrim bukan melihat di cari bak penjahat yang baru saja meletakan bom di suatu kota, tapi seperti kata pepatah siapa yang menabur benih dia akan menuai nya, tentu tepa sekali bila mengutip pepetah ini,  sudah bukan rahasia lagi bahwa kasusu taman yang dirusak (lihat  berita demo 21 oktober) merupakan akal akalan dari dua stasiun telivisi ini  kompas  dan metrotv,belum lagi aksi provokator metro sudah menyebr bahkan beberapa hari sebelum tgl 4 november , yang terparah ialah memberitakan bawasanya aksi tembak mati akan diberlakukan di temat,  jadi tak salah saya membaca jarkoman  bagi kedua media ini untuk tidak hadir pada demo 4 novmber karna terlanjur menyakiti hati masa aksi 21 oktober dengan kebeohongan yang disampaikan,

Rupanya keekstriman tsb buka hanya berlamgsung ketika aksi memuncak, namun sudah teraas sejak  pagi tadi ketika  meobil stasiun  televise metro tv di usir dari halam an masjid agung (lihat video yg saya share),   dan aksi penolakan terhadap stasiun televise ini terus berlanjut, bahkan reporter dan juru kamera dari metro tidak berani menggunakan atribut metro ketika siaran  (lihat berita metro tv)  prses mengambil gambar  ketika meliput di sekitar MA, bahkan mereka megambil gambar dari dalam pagar monas, seperti nya mereka benar benar merasakan dampak dari benih yang mereka tanam hehe,

Tadi nya saya berpikir metro bisa sedikit berubah dengan diskriminasi  sebesar ini yang mereka dapat, namun ternyta hal itu seperti mengharapkan pohon kurma berbuah apel, kejadian provokasi masih mereka lakukan disana, saya berkata karna saya ada disana, tepat nya didapan gedung MK, saat terjadi pelemparan kepada polisi, seseorang diaman kan karna terlihat memulai pelemparan, dan ketika diperikasa ktp pemuda tsb menunjukan agama Kristen, hampir dihakimi masa pemuda tersebut diamankan dan diintrograsi oelh beberapa ormas, dan engaku bawasanya dia dari metro tv (lihat jarkoman yang saya bagikan),

Ahh, paling dia berbohong untuk menjelakan citra metro….!!

Mungkin saja, tidak  ada yang tau, yang  bisa saya sampaikan adalah  ketika terjadi rusuh pelemparan oleh pemuda tsb, saat itu juga metro mengeluarkann berita dengan tagline demo mulai ricuh di depan MK, dengan sudut pengabilan yang sangat tepat seolah semua pendemo rusuh di sana,  tap mungkin jg kebetulan atau hanya kameran matro ( non seragam) yang punya skill handal luar biasa,

Tak cukup sampai disitu provokasi stasiun milik salah satu petinggi partai nasdem ini, kembali memanaskan suasana dengan kebohongan, sekali lagi KEBOHONGAN..  teap nya abis isya ketika masa aksi mulai ricuh, mereka mulai membuat tagline yang masyaallah,,,

“masa aksi mulai menyerang polisi”
“ricuh demonttrasi polisi terpaksa membubarkan masa”
“mentri polhuka menlakuka pertolongan pertama pada aparatur yang diduga menjadi korban keberingasan demonstran”

Bohong,, bohong, dan apa-apaan dengan yang ketiga,, mentri polhukam, bapak wiranto, petinggi bla blab la,, ah sudah lah..

Masih tak percaya itu sebuah kebohongan dari stasiun televise berlambang burung ini,, silahkan lihat dan cermati baik baik foto dan video yang saya bagikan. Usahakan menjadi netral saat menyimaknya, sangat susah bila membuka hati anda yang sudah terlanjr teracun media ini.

Tapi Tentu tak bisa kita mengunakan umpama karan nila setitik rusak susu sebelanga, metro tv tetap lah satu dari media telivisi nasional yang memberikan edukasi berkualitas, contohnya kick andy dan mata najwa, saya angkat topi untuk kedua acara reality show ini, namun sayangnya pemberitaan yang disampaikan tak sebagus acara relity showyang disuguh kan,

Jadi diakhir tulisan ini,  saya mengajak masyarakat Indonesia menjadi pembaca dan penyimak yang cerdas, jgn terlalu percaya dengan apa yang anda lihat di televise maupun anda baca di Koran dan media online. Khusus nya metro tv, ada baiknya bila ingin melihat berita jangan lah memilih chanel tv ini, biar informasi yang anda dapat tidak terlalu terpelintir dan jauh dari kata “fakta” yang mirisnya kerap kali merek gayang gayangkan.

Mungkin baiknya lagi  anda bisa hadir langsung di tkp, atau menghubungi knelan and yang berada di tkp atau paling tidak coba streaming di you tube dan cari video amatir terkait kjadian yang diberitakan  saya yakin itu lebih akurat dari pada sesendok kata kata provokasi penuh kebihongan yang menempel di tagline berita media.

Saya akhiri, wassalamualaikum wr.wb

Bahari23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar